Yodha Media Indonesia – Belum reda kemarahan publik atas kasus BBM dan Minyakita oplosan, kini muncul skandal yang lebih mengerikan: gas LPG subsidi yang dijual demi keuntungan haram!
Pihak kepolisian baru saja membongkar sindikat pengoplosan gas bersubsidi 3 kg ke dalam tabung non-subsidi 12 kg dan 50 kg, dengan keuntungan fantastis mencapai Rp10,18 miliar.
Kasus ini terungkap di tiga lokasi utama, yakni Bekasi, Bogor, dan Tegal. Dalam operasi ilegal yang telah berjalan berbulan-bulan ini, para pelaku meraup untung besar dengan cara menipu masyarakat dan membahayakan nyawa mereka.
"Bukan Hanya Rugi Negara, Ini Nyawa Taruhannya!"
Pengoplosan LPG bukan sekadar kejahatan ekonomi—ini adalah ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat! Gas yang dipindahkan tanpa standar keamanan bisa menyebabkan ledakan dahsyat, mengancam banyak nyawa.
"Bali Juga Terlibat! Siapa Dalang Sebenarnya?"
Tak hanya di Jawa Barat dan Jawa Tengah, aksi serupa juga ditemukan di Bali. Empat tersangka yang beroperasi selama empat bulan terakhir berhasil meraup keuntungan Rp3,37 miliar dengan menjual gas ilegal kepada warung dan usaha laundry.
Ribuan tabung gas ilegal serta alat suntik gas telah disita polisi. Para pelaku kini terancam hukuman enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas jaringan ini, tetapi pertanyaan besarnya: Apakah ini hanya ulah segelintir orang, atau ada mafia besar di baliknya?